Workshop SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha)

Diposting pada : 2020-12-11, oleh : admin, Kategori : Kegiatan Sekolah, Komentar : 0

Kemampuan leadership Farida Hanim semakin terasah. Kepala SMKN 2 Ponorogo itu terpilih mengikuti program pendidikan dan pelatihan (diklat) Peningkatan Kapabilitas  Manajerial Kepala Sekolah Berbasis Industri yang digelar Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Farida  terpilih bersama 440 ks seluruh Indonesia yg lolos seleksi Assesment Psikologois UGM. 440 ks yg lolos se Indonesia tersebut dititipkan pd 5 PT di Indonesia. Ada Universitas Brawijaya Malang, Universitas Indonesia, universitas Binus, universitas Prasetya Mulya dan IPB.  Seluruh ks terpilih digembleng melalui serangkaian program pengembangan untuk menjadikan mereka kepsek berkarakter chief executive officer (CEO). Program akhir dari kegiatan Daring dan Luring ini Ks hrs menyusun ‘’Proyek pengembangan sekolah (PPS). PPS  yang saya gagas dan susun mengangkat tentsng Unit Produksi Sekolah, hal ini selaras dengan program kemendikbud  yang ingin mendorong lahirnya banyak wirausaha melalui SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha). Nah..melalui Unit Produksi ini pula kita jg  ingin mendidik, melatih dan mengasah jiwa kewirausahaan siswa.  Melalui UP itu siswa belajar yang sesungguhnya ttg kewirausahaannya. ungkap Farida, (1/12).

Program pelatihan peningkstan kapabilitas dan manajerial itu digelar mulai 7 Oktober sampai 17 Desember mendatang secara daring maupun luring.  Selama program berlangsung, Farida diminta menyusun PPS utk jangka pendek, menengah dan panjang.  PPS jangka pendek hrs diimplementasikan dlm waktu 25 hr.  Jd selama 25 hr byk project implementation yg hrs dijalankan mengacu pd program pengembangan Unit Produksi dan program SPW, yaitu:
1. Workshosp peningkatan kewirausahaan dan Budaya kerja di Industri/lembaga.
2. Workshop tata kelola managemen UP.
3. Workshop Produk Kreatif dan  Start up Bisnis Siswa.
4. Sinkronisasi kurikulum sklh dengan IDUKA.
5. Pameran Produk dan Jasa.

Semua kegistan melibatkan guru dsn pengelola UP dan siswa yg ikut tergsbung dlm klpk SPW.

Proyek yang disusun Farida PPS selaras dengan sekolah pencetak wirausaha (SPW) dari kemendikbud. Proyek itu dijalankan Farida mulai 17 November sampai 12 Desember nanti, dengan mengangkat unit produksi di SMKN 2 yang selama ini sudah berjalan. SMKN 2 bekerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya PT Barata Indonesia, yang menggelar workshop pengembangan kewirausahaan dan peningkatan budaya kerja para siswa SMKN 2.

‘’Kami juga bekerjasama dengan Badan Usaha Non Akademik (BUNA) dan Fakultas Magister Manajemen Ekonomi Bisnis dari Universitas Brawijaya Malang semua,’’ kata dia.

SPW, lanjut Farida, melibatkan 28 siswa-siswi dari enam jurusan yang terpilih. Selain itu, juga alumni yang sudah merintis usahanya sendiri. Para peserta akan diberi bantuan dana untuk mengembangkan usaha yg sdh dirintis.   Di akhir program SPW, kami akan gelar pameran produk dan jasa dr semua jurusan’’ paparnya.

Farida berharap, lewat program diklat yang diikutinya itu, unit produksi dan kewirausahaan sekolah bisa semakin berkembang. Pun, diharapkan akan banyak pelaku wirausaha baru terlahir dari sekolahnya. Menurut dia, seluruh unit produksi setiap jurusan harus berinovasi, hrs berani menangkap peluang yg ada, berani mengambil resiko dan berani melakukan perubahan. Dengan kerja keras, motivasi diri dan komitmen yg tinggi brand sekolah SMKN 2 Po sebagai sklh berbasis industri dan pencetak wirausaha akan terwujud.

Farida memamerkan yel-yel yang meneguhkan sekolahnya sebagai sekolah berbasis industri dan  pencetak wirausaha sbg berikut: ‘’Bila ada yang tanya apa kabar? Dijawab Sukses. SMKN 2 Ponorogo? Luar biasa. SPW berbasis industri? Pasti bisa. Warga SMKN 2 Ponorogo? Sejahtera. Dirjenv vokasi? Hadir untuk kita,’’ ujarnya. (ti7/naz/a


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini